Home Haedline News JiulongPostCom Rudianto Tjen ; “Ajaran Sang Budha Menginspirasi Semua Kalangan”

Rudianto Tjen ; “Ajaran Sang Budha Menginspirasi Semua Kalangan”

by JiulongPostCom
0 comment

JiulongPost.Com | JSCgroupmedia ~ Anggota DPR RI Rudianto Tjen mengucapkan selamat hari raya Waisak 2568 BE/2024 M kepada seluruh umat Buddha.

Politisi PDI Perjuangan itu berharap ajaran Sang Buddha menginspirasi semua kalangan.

“Semoga ajaran Sang Buddha menginspirasi kita menuju pencerahan, kasih sayang, dan pencerahan batin,” ujar Rudianto, beberapa waktu lalu.

”Selamat Hari Raya Waisak 2568 BE/2024 M,” sambungnya.

Untuk diketahui, Waisak adalah suatu perayaan untuk memperingati Trisuci Waisak, yakni kelahiran, pencerahan, dan mangkatnya Sang Buddha Gautama.

Biasanya, umat Buddha akan pergi untuk beribadah di vihara, berkumpul bersama keluarga di rumah, dan menghadiri berbagai festival.

Makna Perayaan Waisak

Setiap tahun pada purnama di bulan Waisak, umat Buddha merayakan Waisak. Tahun ini, Hari Raya Waisak 2568 BE jatuh pada Kamis, 23 Mei 2024. Kata Waisak berasal dari dua bahasa yaitu Vaisakha (Sansekerta) dan Vesakha (Pali) yang berarti nama bulan dalam kalender Buddhis. Pada kalender Masehi, Waisak umumnya jatuh pada akhir April, Mei, atau awal Juni.

Kalangan umat Buddha menyebut Waisak sebagai Hari Raya Trisuci Waisak, karena untuk memperingati tiga peristiwa penting, yaitu: (1) Kelahiran Bodhisattva (calon Buddha) Siddharta Gautama di Taman Lumbini pada tahun 623 SM; (2) Petapa Gotama mencapai Penerangan Sempurna di Bodh pada tahun 588 SM; dan (3) Wafatnya Buddha Gotama (Maha Parinibbana) di Kusinara. Menyongsong Waisak, umat Buddha sering mengadakan kegiatan bersih vihara, ziarah ke makan leluhur, bersih makam pahlawan. Pada saat Hari Waisak, umat Buddha melaksanakan puja pada detik-detik bulan purnama. Kegiatan lomba atau pentas kesenian juga dilaksanakan untuk memeriahkan perayaan Waisak.

”Pencapaian Penerangan Sempurna” merupakan salah satu peristiwa yang diperingati pada hari Waisak. Pencapaian Buddha ini hendaknya menjadi inspirasi dan motivasi umatnya untuk senantiasa berbuat kebajikan. Perayaan Waisak, tidak hanya sekedar melaksanakan tradisi puja, tetapi lebih dari itu. Umat Buddha dapat meneladani tekad, semangat, pantang menyerah, dan sifat-sifat luhur Buddha serta senantiasa melaksanakan dhamma.

See also  Tabrak Beruntun | Diduga Rem Blong, Truk Diesel Seruduk Innova dan Angkot

Tekad dan semangat Buddha Gautama ditunjukkan pada saat beliau terlahir sebagai Petapa Sumedha, pada masa kehidupan Buddha Dipankara. Petapa Sumedha bertekad untuk menjadi Buddha pada masa selanjutnya. Ketika waktunya telah tiba, Siddharta Gautama terlahir di bumi untuk terakhir kalinya demi menyempurnakan parami. Setelah Penerangan Sempurna terealisasikan, Buddha mendedikasikan hidupnya untuk menyebarkan dhamma dan membentuk Sangha. Saat menjelang wafat, beliau berpesan, ”Oh para Bhikkhu, segala sesuatu tidak kekal adanya, berjuanglah dengan kewaspadaan (Maha Parinibbana Sutta). Sudahkah melaksanakan pesan beliau?

Kisah hidup Buddha Gautama mengajarkan kita perlunya perjuangan. Umat Buddha yang menyambut Waisak dengan penuh kesadaran dan meneladani sifat-sifat luhur Buddha mampu memaknai arti Waisak yang sesungguhnya. Penghormatan atau puja tertinggi pada Buddha adalah dengan melaksanakan Dhamma dalam berbagai segi kehidupan, baik kehidupan sehari-hari, beragama, berbangsa dan bernegara. | JiulongPost.Com | *** |

You may also like

Leave a Comment

About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consect etur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis..

Feature Posts

Newsletter

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!